Konsistensi

Bakat mungkin memberimu awal yang baik, tapi tanpa konsistensi, itu tak berarti apa-apa. Keberhasilan lahir dari ketekunan, bukan sekadar kemampuan.

Berbagi

Semakin kamu berbagi, semakin banyak ilmu yang kembali.

Pilar Kehidupan

Integritas, ilmu, dan akhlak adalah tiga pilar yang membentuk pribadi yang unggul.

Minggu, 09 Februari 2025

Kekongruenan Bangun Datar

Kongruensi Bangu Datar
Kongruen berarti sama dan sebangun (bentuk dan ukuran sama). Lambang kongruen: ≅. Lambang tidak kongruen: ≇. 
Kongruen, Tidak Kongruen
Syarat dua bangun datar dikatakan kongruen:

  • sisi yang bersesuaian sama panjang.
  • sudut yang bersesuai sama besar.
Sisi yang bersesuaian adalah panjang sisi yang seletak dari dua atau lebih bangun datar. Sudut yang bersesuaian adalah besar sudut yang seletak dari dua atau lebih bangun datar.

Sebagai contoh kita perhatikan bangun berikut.
Kongruensi Bangun Datar
Sisi-sisi bersesuaian:
AB = FG = IJ
BC = EF = JK
CD = EH = KL
AD = GH = LI

Sudut-sudut bersesuaian:
mA = mG = mI
mB = mF = mJ
mC = mE = mK
mD = mH = mL

∴ Bangun ABCD  Bangun EFGH  Bangun IJKL.

Menguji Kekongruenan Bangun Datar

Sebagai contoh tentukan bangun datar di bawah ini manakah yang kongruen?
Kongruensi Bangun Datar
Keempat bangun datar merupakan belah ketupat

Perhatikan untuk bangun (i)
Panjang tiap sisi 8 cm
Sudut yang diketahui 60° dan sudut di hadapannya juga 60°.
Sudut yang tidak diketahui:

Perhatikan untuk bangun (ii)
Panjang tiap sisi 15 cm
Sudut yang diketahui 130° dan sudut di hadapannya juga 130°.
Sudut yang tidak diketahui:

Perhatikan untuk bangun (iii)
Panjang tiap sisi 8 cm
Sudut yang diketahui 90° dan sudut di hadapannya juga 90°.
Sudut yang tidak diketahui:

Perhatikan untuk bangun (iv)
Panjang tiap sisi 15 cm
Sudut yang diketahui 50° dan sudut di hadapannya juga 50°.
Sudut yang tidak diketahui:
Sesuai dengan syarat kongruensi bangun datar maka yang kongruen adalah bangun (ii) dan (iv).

Tugas

  1. Manakah bangun berikut yang kongruen atau tidak.
    Kongruensi Bangun Datar

  2. Tunjukkan pasangan bangun datar yang kongruen. Jelaskan jawabanmu.

    Kongruensi Bangun Datar
  3. Manakah persegi di bawah ini yang kongruen?


  4. Manakah belah ketupat di bawah ini yang kongruen? Jelaskan.
    Kongruensi Bangun Datar

  5. Berikut ini adalah pasangan bangun yang kongruen. Tuliskan sisi-sisi dan sudut-sudut yang bersesuaian.

    Kongruensi Bangun Datar



Bilangan Romawi

Karakter angka Romawi merupakan kapital dari alfabet modern yang kita gunakan saat ini. Terdapat 7 (tujuh) karakter atau simbol dasar angka Romawi, di antaranya I = 1, V = 5, X = 10, L = 50, C = 100, D = 500, M = 1000.

Penuliasan Bilangan Romawi

Jika ada angka Romawi yang terdiri dari dua angka atau lebih, dengan angka di sebelah kirinya lebih dari atau sama dengan angka di sebelah kanannya, maka susunan angka itu menggunakan sistem penjumlahan. Contoh:
VII =  5 + 2 = 7
LXV = 50 + 10 + 5 = 65

Jika ada angka Romawi yang terdiri dari dua angka atau lebih, dengan angka di sebelah kirinya kurang dari angka di sebelah kanannya, maka susunan angka itu menggunakan sistem pengurangan. Contoh:
IV = 5 – 1 = 4
XL = 50 – 10 = 40

Pengulangan angka Romawi hanya boleh berulang paling banyak tiga kali. Contohnya:
III = 1 + 1 + 1 = 3
LL = 50 + 50 = 100

Urutan penulisan bilangan Romawi dimulai dari nilai tempat terbesar. Contoh:





Sabtu, 08 Februari 2025

Angka dan Bilangan

Angka

Angka adalah simbol atau digit yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan. Angka hanya terdiri dari sepuluh simbol dasar: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Bilangan adalah konsep yang mewakili suatu nilai atau kuantitas. Bilangan bisa terdiri dari satu atau lebih angka yang digabungkan, misalnya 25, 387, atau 3.14.

Berbagai peradaban di dunia turut membahas tentang sistem angka dalam perkembangannya. Misalnya, bangsa Mesir kuno menulis angka pada daun lontar. Mereka menulis dengan tulisan hieroglif.

Bilangan Mesir
Bangsa Roma menggunakan tujuh tanda untuk mewakili angka, yaitu I, V, X, L, C, D, dan M. Deretan tersebut dikenal dengan angka Romawi. Angka modern saat ini berasal dari simbol yang digunakan oleh para ahli matematika Hindu India di tahun 200 SM. Kemudian, dikembangkan oleh seorang Arab sehingga disebut angka Arab.

Jenis-jenis bilangan:
Struktur Bilangan






Kekongruenan Bangun Datar

Kongruen berarti sama dan sebangun (bentuk dan ukuran sama). Lambang kongruen:  ≅.  Lambang tidak kongruen:  ≇.   Syarat dua bangun datar di...